AcehMarket

Sampah plastik menjadi momok mengerikan bagi lingkungan. Bahkan data yang dirilis menyebutkan bahwa, jumlah sampah plastik di Indonesia pada tahun 2021 hampir mencapai 70 juta ton 

Sampah plastik yang dibuang secara sembarang bahkan membuat tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah menjadi keracunan.

Racun-racun yang terlepas dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

Apa itu Plastik

Plastik sering di artikan sebagai kantong plastik, sebuah media yang dapat digunakan untuk membawa barang atau pelindung dari air.

Secara ilmiah, plastik adalah benda dengan material dari polimer untuk bahan pengemasan yang dapat dicetak kembali menjadi bentuk-bentuk benda yang diinginkan, dengan cara mengeraskan bahan setelah melalui proses pendinginan atau juga proses pelarutnya bahan yang diuapkan.

Sejarah Plastik Sintetis

Tahun 1907, seorang ahliwan kimia dari negara New York bernama Leo Baeklend juga berhasil membuat plastik dari bahan dasar sintetis pertama kalinya. Dia mengembangkan Bakelite merupakan bahan resin cair.

Plastik juga merupakan bahan material yang baru diperkenalkan pada tahun 1975 oleh Montgomery Ward, Jodan Marsh, J.C. Penny, Sears dimana mereka merupakan tokoh retail besar (Marpaung, 2009).

Bahan polimer ini dapat berkembang secara luas biasa digunakan hanya dengan beberapa ratus ton pada tahun 1930-an dan meningkat menjadi 150 juta ton/tahun dan lagi meningkat di tahun 1990-an dan mencapai 220 juta ton/tahun di tahun 2005 (Putra dan Yuriandala 2010).

Namun untuk menghancurkan plastik, alam membutuhkan waktu yang lama, diperkirakan memerlukan waktu 50 – 100 tahun untuk terurai.
PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
Hingga kini, masih banyak orang yang belum memahami bahaya sampah plastik. Padahal bahaya sampah plastik wajib diperhatikan bagi setiap manusia karena menimbulkan penyakit bagi tubuh manusia

Apalagi saat ini aktivitas belanja online kian marak. Sadar atau tidak, hampir seluruh pengemasan barang pengiriman akan menggunakan plastik. Bahkan bisa menggunakan plastik berlapis-lapis.

Tak hanya itu, data dari The World Bank 2018 memaparkan diperkirakan sekitar 1.27 juta ton sampah berada di laut. Sampah tersebut hasil dari kontribusi di 87 kota di pesisir Indonesia.

Meski sudah ada riset dan data, nyatanya bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup masih kabur dari perhatian publik.

sampah plastik, bungkusan plastik
Plastik Indomie produksi tahun 2000-an yang ditemukan di lautan pada tahun 2019. Diperkirakan telah 20 tahun, dan belum mengalami kerusakan berarti.

Dampak Buruk Sampah Plastik

  1. Merusak Rantai Makanan

Bahaya sampah plastik yang pertama adalah dapat merusak atau mengacaukan rantai makanan. Tahukah kalian, plastik yang mencemari laut mampu memengaruhi organisme terkecil di dunia seperti plankton. Baik itu sampah plastik berukuran kecil maupun besar.

Saat organisme keracunan akibat menelan plastik, hal itu akan menimbulkan masalah lainnya. Khususnya bagi hewan lebih besar yang mengonsumsi organisme-organisme tersebut. Kondisi tersebut nantinya dapat memengaruhi keseluruhan rantai makanan di bawah laut. Bahkan, bisa berakhir di dalam perut manusia sebagai predator puncak

  1. Mikroplastik Masuk Tubuh

Sejumlah ilmuwan sudah menemukan adanya mikroplastik di 114 spesies laut. Bahkan, sekitar sepertiganya berakhir di piring manusia. Sadar atau tidak, benda plastik BPA banyak bersentuhan langsung dengan makanan.

Hal itu kan membuat metabolisme di organ hati pada akhirnya membentuk Bisphenol A. Bahaya sampah plastik kedua yakni mikroplastik yang mampu masuk ke dalam tubuh manusia.

Pada tahun 2018, WHO menerbitkan penelitian yang mengejutkan, di mana mereka mengungkap keberadaan mikroplastik dalam 90% air kemasan. Hasil tesnya pun menunjukkan hanya 17 dari 259 sampel yang bebas dari plastik.

Mikroplastik tersebut akan terkandung di dalam air, kemudian masuk ke dalam organ tubuh ikan. Sehingga, hewan itu nantinya tidak akan bertahan hidup lama dan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Kondisi itu lah yang menjadi salah satu faktor bahaya sampah plastik bagi kesehatan.

  1. Limbah Beracun

Bahaya sampah plastik yang ketiga yaitu dapat terpapar limbah beracun. Kandungan racun tersebut bisa berada di dalam sampah plastik. Seperti diketahui, manusia membuat plastik secara artifisial. Di mana artinya mereka menggunakan sejumlah bahan kimia beracun saat membuat plastik.

Karenanya, penggunaan plastik banyak dikaitkan dengan masalah kesehatan. Paparan bahan kimia pada plastik inilah yang akan memengaruhi kesehatan manusia.

Tak hanya di Indonesia saja, namun juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, proses pembuatan, penyimpanan, pembuangan hingga keberadaan plastik dapat sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

  1. Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Bahaya sampah plastik selanjutnya adalah mengandung zat kimia berbahaya. Terutama dalam penggunaan sedotan.

Tahukah kalian, sedotan dapat mengandung zat kimia berbahaya di dalamnya. Sedotan plastik pada umumnya terbuat dari polypropylene, yakni sejenis plastik yang berasal dari minyak bumi.

Meski Food and Drug Administration (FDA) menyatakan makanan polypropylene aman, akan tetapi tetap perlu diwaspadai. Sebab, bahan kimia dari plastik bisa bocor dan masuk ke dalam air.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Science juga menunjukkan bahaya sampah plastik bagi kesehatan seperti sedotan sekali pakai.

Di mana senyawa yang ada dalam sedotan sekali pakai tersebut mampu memengaruhi kadar hormon estrogen pada manusia. Sehingga dapat memengaruhi kesuburan seseorang, terutama pada wanita.

  1. Menyebabkan Polusi bagi Air

Bahaya sampah plastik berikutnya yaitu bisa menyebabkan polusi air tanah. Konservasi air telah menjadi perhatian di sejumlah negara. Mulai dari California hingga sejumlah bagian di India. Akan tetapi, air dunia berada dalam bahaya besar akibat dari pengaruh sampah plastik dan limbah yang bocor.

Diketahui, air tanah serta waduk merupakan salah satu sumber air yang begitu rentan terhadap kebocoran racun lingkungan. Bayangkan saja, berada di tempat pembuangan sampah setiap kali hujan, air itulah yang memungkinkan berada di dalam air minum. Sebab, air hujan akan terserap ke dalam tanah dan bahkan bisa menggenang.

Belum berhenti di situ, sebagian besar sampah serta polusi yang memengaruhi lautan di dunia juga berasal dari plastik. Kondisi tersebut tentu akan memberikan dampak buruk pada banyak spesies laut.

Parahnya konsekuensi juga bisa dirasakan bagi mereka yang mengonsumsi ikan dan kehidupan laut sebagai nutrisi. Tak terkecuali manusia. Melihat kenyataan tersebut, sudah sepantasnya sebagai makhluk hidup untuk tidak menganggap sepele bahaya sampah plastik.(*)

Related Post

AcehMarker We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications